Inilah Tips Aman Membeli Tanah atau Properti
Mempunyai tanah ataupun properti dalam bentuk rumah merupakan sebuah cita-cita dan harapan yang umumnya diraih dengan kerja keras. Oleh sebab itu, kita wajib waspada dalam bertransaksi untuk membeli sebidang tanah atau sebuah rumah.

Banyak problem yang terkadang menyeruak dan menjadi sengketa karena ketidakcermatan kita dalam mengecek hal-hal yang fundamental dalam proses transaksi. Contoh-contoh persoalan yang acapkali muncul dalam melakukan jual-beli tanah atau rumah, seperti: susahnya proses balik nama menjadi nama pembeli.

Tips Aman Membeli Tanah atau Properti

Berikut ini adalah beberapa tips dan trik agar transaksi jual-beli tanah atau rumah menjadi lebih aman:

Pelajari apa yang tertera di sertifikat tanahnya

Perhatikan di sertifikat tersebut, siapakah nama yang tertera sebagai pemegang hak tanah.

Apabila di dalam sertifikat tersebut atas nama yang tertera adalah sama dengan penjual tanah atau rumah maka prosedur dan proses dalam pembalikkan nama akan lebih mudah dan aman selama pasangan hidupnya setuju untuk menandatangani surat balik nama.

Apabila nama yang tertera beratas nama orang selain penjual tanah atau rumah tersebut maka Anda harus memastikan suami atau istri orang yang tertera di dalam sertifikat tersebut mau untuk menandatangani surat balik nama.

Apabila orang dengan nama yang tertera di dalam sertifikat sebagai pemilik tanah atau rumah telah meninggal dunia, maka Anda wajib menanyakan siapakah yang menjadi ahli waris dan Anda juga harus memastikan semua ahli waris tersebut mau dan setuju menjual. Untuk proses pembalikkan nama sendiri wajib melalui proses yang dobel, yaitu balik nama waris dan juga balik nama dalam hal jual-beli.

Perhatikan luas tanah dan gambar tanah pada sertifikat.

Anda harus memastikan apakah luas tanah yang Anda putuskan untuk Anda beli sama dengan luas yang tertera di dalam sertifikat. Apabila Anda membeli sebidang tanah atau rumah yang luas aslinya tidak sesuai dengan yang tertera di sertifikat maka banyak kemungkinan yang dapat menimpa Anda. Bisa saja tanah itu memiliki dua sertifikat atau bisa saja memiliki satu sertifikat namun beberapa bagian belum tersertifikasi tapi kepemilikannya oleh satu orang saja atau bisa juga tanah itu bukan merupakan tanah yang dipunyai oleh penjual.

Lihat tahun pembuatan sertifikat, jika telah rusak bisa jadi harus menambah biaya revitalisasi sertifikat, Baca dengan seksama kondisi atau keterangan dari tanah tersebut. kemudian lakukan pula pengecekan tanah lebih mendalam ke BPN jika dirasa perlu untuk memastikan apakah tanah yang Anda incar bisa dibalik nama.

Balik nama sesegera mungkin

Apabila sertifikat tanah sudah sesuai, Anda wajib melakukan balik nama sesegera mungkin, dan perhatikan juga bBeberapa biaya yang diperlukan untuk balik nama ialah:

  • Biaya urus KTP atau KK yang masa berlakunya sudah terlewati
  • Biaya balik nama pada Notaris/PPAT
  • Pajak Penghasilan dan BPHTB

Nah demikian ulasan mengenai Tips Aman Membeli Tanah atau Properti semoga bermanfaat